Meninjau Ulang Keindonesiaan Kita

oleh : Titok Priastomo Paham nasionalisme sering menjadi alasan di balik renggangnya hubungan antar kelompok manusia. Sebut saja hubungan antara orang Indonesia dengan orang Malaysia. Berbagai kasus, mulai dari berebut ladang minyak sampai berebut lagu, sering menimbulkan gejolak di antara kedua belah pihak. Kenapa demikian? Ya, karena pada sekitar dua abad terakhir, faktor kebangsaan mulai …

1,222 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Polemik Pemimpin

Setiap eksistensi entitas di seluruh bumi meniscayakan seorang pemimpin, yakni orang yang dipercaya dapat merepresentasikan kepentingan kelompok tersebut dan memelihara urusan mereka. Entitas tersebut tidak selalu daulah (negara), wilayah (provinsi), atau kota, bisa juga kelompok kecil. Misalnya dalam rangka bepergian, kelompok beranggotakan tiga orang atau lebih tetap harus mengangkat seorang pemimpin. Bahkan seorang individu muslim, …

498 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Menyoal Propaganda

Oleh  : Dwi Sancahyo “Bagi Barat, tidak ada lagi yang mengancam peradaban mereka kecuali kebangkitan Islam dan gerakan kaum Muslimin yang terdiri atas kaum fundamentalis yang tidak takut mati sekalipun tidak dipersenjatai peluru-peluru kendali.” – Adrian Hamilton, Observer, 17 Juni 1990 (dalam Romli, 2000). Propaganda seringkali diasosiasikan dengan perang.  Tapi di zaman modern ini medan …

10,933 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Energi Nuklir Untuk Indonesia

  oleh: Rasito T. dan Hasan A.R. Peneliti di Badan Tenaga Nuklir Nasional …Pemanfaatan energi nuklir dalam berbagai bidang sudah sangat maju dan berkembang. Namun pemanfaatannya untuk energi listrik masih menjadi permasalahan yang mengundang pro dan kontra di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Di satu sisi permasalahan kebutuhan energi yang semakin besar, sementara ketersediaan sumber-sumber …

2,708 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Ummat Islam Mundur karena Meninggalkan Sains?

Kebangkitan Barat dinilai sebagai buah sekulerisme, yakni memisahkan pengaturan negara dari agama. Hasil survey PEW Research melaporkan bahwa negara-negara relijius (yang kebetulan negara muslim), cenderung memiliki GDP per capita yang rendah. Sebaliknya, negara-negara sekuler (yang biasanya negara Barat) menjadi pemimpin dalam perolehan GDP per capita [1]. Keberhasilan Barat disebut-sebut juga karena hasil gemblengan sains. Dulu, …

591 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini