Congratulation! Graduate!

Pekan pertama bulan April 2016, Kampus ITB sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan acara wisuda kedua tahun ajaran 2015/2016. Wisuda adalah momen yang dinanti oleh setiap mahasiswa dalam rangka menyambut jenjang kehidupan baru seiring ditutupnya perjuangan mereka menimba ilmu di perguruan tinggi. Mengingat banyaknya usaha dan kerja keras untuk mencapai jenjang tersebut. Hampir dapat dipastikan momen wisuda disambut …

954 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Menyoal Propaganda

Oleh  : Dwi Sancahyo “Bagi Barat, tidak ada lagi yang mengancam peradaban mereka kecuali kebangkitan Islam dan gerakan kaum Muslimin yang terdiri atas kaum fundamentalis yang tidak takut mati sekalipun tidak dipersenjatai peluru-peluru kendali.” – Adrian Hamilton, Observer, 17 Juni 1990 (dalam Romli, 2000). Propaganda seringkali diasosiasikan dengan perang.  Tapi di zaman modern ini medan …

9,618 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Energi Nuklir Untuk Indonesia

  oleh: Rasito T. dan Hasan A.R. Peneliti di Badan Tenaga Nuklir Nasional …Pemanfaatan energi nuklir dalam berbagai bidang sudah sangat maju dan berkembang. Namun pemanfaatannya untuk energi listrik masih menjadi permasalahan yang mengundang pro dan kontra di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Di satu sisi permasalahan kebutuhan energi yang semakin besar, sementara ketersediaan sumber-sumber …

1,664 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Invasi ala Islam

Islam kini menjadi agama terbesar kedua setelah Nasrani dengan jumlah pemeluknya mencapai 1,6 Milyar. Namun banyaknya jumlah kaum muslim tersebut tidak sebanding dengan nasibnya. Di banyak tempat, mereka dilecehkan, darah mereka mudah sekali ditumpahkan, dan generasinya dibodohkan. Bagai buih di lautan, itulah yang dikabarkan Nabi SAW 14 abad lalu. Serangan dan miskonsepsi terhadap ajaran Islam …

515 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Ummat Islam Mundur karena Meninggalkan Sains?

Kebangkitan Barat dinilai sebagai buah sekulerisme, yakni memisahkan pengaturan negara dari agama. Hasil survey PEW Research melaporkan bahwa negara-negara relijius (yang kebetulan negara muslim), cenderung memiliki GDP per capita yang rendah. Sebaliknya, negara-negara sekuler (yang biasanya negara Barat) menjadi pemimpin dalam perolehan GDP per capita [1]. Keberhasilan Barat disebut-sebut juga karena hasil gemblengan sains. Dulu, …

475 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini