Meninjau Ulang Keindonesiaan Kita

oleh : Titok Priastomo Paham nasionalisme sering menjadi alasan di balik renggangnya hubungan antar kelompok manusia. Sebut saja hubungan antara orang Indonesia dengan orang Malaysia. Berbagai kasus, mulai dari berebut ladang minyak sampai berebut lagu, sering menimbulkan gejolak di antara kedua belah pihak. Kenapa demikian? Ya, karena pada sekitar dua abad terakhir, faktor kebangsaan mulai …

814 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Hukum Islam Tidak Hanya Potong Tangan

Kini masyarakat sudah semakin tidak asing dengan istilah syari’ah Islam. Opini syari’ah sedang berjuang mencari tempat di tengah masyarakat sebagai solusi alternatif terhadap kehidupan sekuler-kapitalistik yang gagal menciptakan keamanan seperti saat ini. Beberapa dari masyarakat tentu bertanya-tanya bagaimana ketika Islam diterapkan. Interpretasi kebanyakan orang adalah syari’ah identik dengan hukuman yang ‘kejam’: hukuman bunuh untuk pembunuh …

221 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Invasi ala Islam

Islam kini menjadi agama terbesar kedua setelah Nasrani dengan jumlah pemeluknya mencapai 1,6 Milyar. Namun banyaknya jumlah kaum muslim tersebut tidak sebanding dengan nasibnya. Di banyak tempat, mereka dilecehkan, darah mereka mudah sekali ditumpahkan, dan generasinya dibodohkan. Bagai buih di lautan, itulah yang dikabarkan Nabi SAW 14 abad lalu. Serangan dan miskonsepsi terhadap ajaran Islam …

453 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Ummat Islam Mundur karena Meninggalkan Sains?

Kebangkitan Barat dinilai sebagai buah sekulerisme, yakni memisahkan pengaturan negara dari agama. Hasil survey PEW Research melaporkan bahwa negara-negara relijius (yang kebetulan negara muslim), cenderung memiliki GDP per capita yang rendah. Sebaliknya, negara-negara sekuler (yang biasanya negara Barat) menjadi pemimpin dalam perolehan GDP per capita [1]. Keberhasilan Barat disebut-sebut juga karena hasil gemblengan sains. Dulu, …

419 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Menyoal Insiyur Indonesia di Ajang MEA

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memang sudah di depan mata. Sejak dicanangkan pada awal 2015 dan akan mulai pada awal 2016, sekilas Indonesia masih perlu merekondisi beberapa aspek. Beberapa kalangan meragukan bahwa Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, apalagi Singapura dalam hal sumber daya manusia. Ajang MEA bisa diibaratkan ring gulat. Dimana ada …

301 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini