home Event, Opini Indonesia Semakin Terjual dan Menderita, Mahasiswa Cari Solusinya

Indonesia Semakin Terjual dan Menderita, Mahasiswa Cari Solusinya

Diskusi Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia 2015

“Telaah Kritis Mahasiswa 2015: Indonesia Semakin Terjual dan Menderita”

25 Oktober 2015, sinar mentari yang baru keluar dari ufuk timur yang menyelimuti kota Solo pagi itu menambah hangat suasana pelataran aula Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Nampak warna warni jas kebanggaan kampus masing-masing ditambah jaket-jaket pergerakan juga menjadi pelengkap harmoni yang ada. Ya, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa dan Luar Jawa melangkahkan kaki menuju satu lokasi untuk bicara Indonesia dan dunia.

Namun diskusi tersebut tidak sekedar diskusi. Mereka berdiskusi dalam rangka mengusung sebuah ideologi yang juga dibawa oleh manusia paling berpengaruh nomor satu di dunia, Muhammad bin Abdullah (570-632), terhadap permasalah pelik bangsa dan ummat di seluruh dunia.

Sesi 1 acara, diisi oleh tokoh pergerakan dari Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Di sini, mahasiswa berdiskusi soal Indonesia yang terjual dan terjajah. 70 tahun Indonesia merdeka dan 17 tahun reformasi namun tidak berarti apa-apa melainkan rakyat yang semakin menderita. Ditambah lagi, korporasi-korporasi asing dan swasta semakin berjaya bermesra dengan penguasa mengeruk kekayaan alam yang ada. Dari sini mahasiswa sepakat, bahwa perlu ada perubahan. Dan bukan sekedar perubahan, namun perubahan yang keluar dari kelaziman yang ada.

Sesi 2, hadir sebagai pembicara adalah tokoh pergerekan dari Jawa Barat, kampus Universitas Indonesia, dan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Pembebasan. Sesi ini menyuguhkan diskusi yang lebih panas dari sebelumnya. Di sini mahasiswa berbicara solusi dari masalah-masalah yang sudah dibahas pada sesi 1. Mereka bersepakat bahwa level masalah yang kini dihadapi adalah level sistemis. Maka diperlukan perubahan yang sistemis pula. Sistem alternatif yang ditawarkan tidak lain tidak bukan adalah sistem Islam atau khilafah.

Terendus pula dalam acara tersebut kehadiran dari pergerakan yang sudah  lama dikenal kiprahnya di Indonesia, IMM, KAMMI dan HMI. Aktifis-aktifis BEM, HIMA, dan akademisi lainnya nampak juga memadati kursi-kursi yang disediakan. Tidak lupa juga delegasi Kampus Islami, Ricky Aditya (KI’12), hadir untuk mengambil pelajaran dari acara tersebut. Tidak hanya membuat acara semakin semarak, namun menambah serunya diskusi yang berlangsung.

Di penghujung acara, mahasiswa bersepakat dan menandatangani resolusi mahasiswa muslim 2015. Mereka bersepakat untuk menjadikan Islam sebagai solusi dan bergerak hanya dengan Ideologi Islam. Impact-nya, lahir sebuah gelombang baru mainstream pergerakan mahasiswa, yakni perjuangan penegakan khilafah. Selesai acara, mahasiswa bertolak dari gedung diskusi menuju gerbang UNS. Mereka pawai menyuarakan hasil diskusi kepada khalayak.[tomas]

aIMG_3343

aIMG_3345

aIMG_3379

11221790_946577312058560_209428655422463209_o12182539_946577372058554_8418277637217633156_o

 

363 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

(Visited 188 times, 1 visits today)