Tentang Otoritas Kepala Negara

Ikrar kesetiaan Prinsip kedua dari sistem pemerintahan Islam setelah “kedaulatan adalah milik Allah”, adalah bahwa “Kekuasaan adalah milik ummat.”[1] Khalifah bukan seorang raja atau diktator yang menggunakan otoritasnya kepada rakyat dengan paksaan dan kekerasan. Kewenangan Khalifah untuk memerintah diberikan secara sukarela oleh kaum Muslimin melalui kontrak yang dikenal dengan nama Baiat.[2] Tanpa Baiat Khalifah tidak …

154 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Menyoal Kriminalisasi Umat Islam

8 Mei 2017, publik dikejutkan oleh pengumuman yang disampaikan langsung oleh Menkopolhukam, Wiranto, yang seolah mengisyaratkan bahwa Ormas HTI akan dibubarkan oleh Pemerintah. Pengumuman rencana Pembubaran HTI oleh Pemerintah harus disikapi seluruh elemen umat Islam dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Sebab selain ada beberapa kejanggalan dalam prosedurnya juga membuka berbagai kesimpulan atas keterkaitannya dengan kejadian …

147 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Invasi ala Islam

Islam kini menjadi agama terbesar kedua setelah Nasrani dengan jumlah pemeluknya mencapai 1,6 Milyar. Namun banyaknya jumlah kaum muslim tersebut tidak sebanding dengan nasibnya. Di banyak tempat, mereka dilecehkan, darah mereka mudah sekali ditumpahkan, dan generasinya dibodohkan. Bagai buih di lautan, itulah yang dikabarkan Nabi SAW 14 abad lalu. Serangan dan miskonsepsi terhadap ajaran Islam …

567 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Ummat Islam Mundur karena Meninggalkan Sains?

Kebangkitan Barat dinilai sebagai buah sekulerisme, yakni memisahkan pengaturan negara dari agama. Hasil survey PEW Research melaporkan bahwa negara-negara relijius (yang kebetulan negara muslim), cenderung memiliki GDP per capita yang rendah. Sebaliknya, negara-negara sekuler (yang biasanya negara Barat) menjadi pemimpin dalam perolehan GDP per capita [1]. Keberhasilan Barat disebut-sebut juga karena hasil gemblengan sains. Dulu, …

518 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Menyoal Insiyur Indonesia di Ajang MEA

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memang sudah di depan mata. Sejak dicanangkan pada awal 2015 dan akan mulai pada awal 2016, sekilas Indonesia masih perlu merekondisi beberapa aspek. Beberapa kalangan meragukan bahwa Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, apalagi Singapura dalam hal sumber daya manusia. Ajang MEA bisa diibaratkan ring gulat. Dimana ada …

358 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini